TENGKUDAK – Pemerintah Desa Tengkudak menggelar rapat koordinasi bersama Orang Tua/Wali Siswa TK Yayasan Werdhi Sentana Desa Tengkudak pada Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WITA di Gedung Serba Guna Desa Tengkudak ini diselenggarakan guna menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027 sekaligus sebagai ruang transparansi anggaran pemantapan kesiapan fasilitas pendidikan anak usia dini.
Di tengah dinamika anggaran tahun ini, di mana terjadi penurunan alokasi Dana Desa (DD) yang diterima oleh Desa Tengkudak pada tahun 2026, Pemerintah Desa mengambil sikap tegas untuk tidak memangkas sektor esensial. Bidang pendidikan, khususnya keberlangsungan Operasional Pendidikan dan penyaluran Honor Guru TK Yayasan Werdhi Sentana, dipastikan tetap aman dan menjadi prioritas utama yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tengkudak Tahun Anggaran 2026 dengan sumber dari dana desa.
Perbekel Desa Tengkudak menegaskan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan modal dasar jangka panjang yang tidak dapat ditawar. Penurunan pagu anggaran dari pusat menuntut pemerintah desa untuk melakukan efisiensi di berbagai sektor pembangunan fisik, namun pemenuhan hak pendidikan dasar bagi anak-anak di Desa Tengkudak tetap berdiri sebagai tiang utama belanja desa.
"Meskipun secara umum Dana Desa kita di tahun 2026 ini mengalami penurunan, kami di jajaran Pemerintah Desa bersama BPD telah sepakat bahwa sektor pendidikan anak-anak kita tidak boleh dikorbankan. Honor guru dan biaya operasional TK Yayasan Werdhi Sentana tetap kami kawal penuh melalui APBDesa. Ini adalah komitmen kami untuk menjamin generasi penerus Desa Tengkudak tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas," ungkap Perbekel Desa Tengkudak dalam arahannya di hadapan wali murid.
Langkah ini disambut baik dan mendapat apresiasi yang tinggi dari para orang tua/wali siswa yang hadir di Gedung Serba Guna. Melalui dukungan penuh dari sisa alokasi dana desa tersebut, diharapkan proses pembelajaran di tahun ajaran baru dapat berjalan optimal tanpa membebani masyarakat secara berlebihan. Pihak sekolah dan yayasan pun menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan sejalan dengan komitmen penganggaran yang telah diberikan oleh pihak desa.
Rapat yang berlangsung tertib ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai rencana program kerja sekolah setahun ke depan serta mekanisme sinergi antara guru, yayasan, dan orang tua dalam mengawasi perkembangan tumbuh kembang anak secara partisipatif.